Cerita Dewasa – Skandal di Rumah
KharismaPoker - Pagi itu sekitar pukul 9.00, setelah rumah sepi, Linda keluar dari kamarnya hendak berenang dan santai sambil tiduran di tepi kolam renang halaman samping rumahnya yang mewah. Hawa yang sejuk, menggodanya untuk berenang di kolam renang di halaman samping rumahnya. Kebetulan Linda memiliki berbagai macam pakaian renang yang dibelinya dari berbagai butik.
Linda kemudian memilah-milah pakaian renang mana yang akan dipakainya. Apakah ia akan berenang dalam keadaan polos alias bugil, karena di rumah hanya ada Ujang, pembantu prianya yang saat ini sedang memotong rumput di sekitar taman samping, di sekitar kolam renang itu.
Ataukah ia akan berenang dengan bikini yang sangat sexy dan mampu menggoda Ujang, jongosnya yang perkasa itu. Bukankah Linda hampir setiap hari berani telanjang bulat dan seringkali disetubuhi oleh Ujang di rumahnya yang mewah itu.
Tetapi, setelah dipikir-pikir, akhirnya Linda memutuskan untuk memakai pakaian renang two pieces, jenis micro thong bikini, yang baru dibelinya disebuah butik. Pakaian renang itu begitu tipis dan kecil, sehingga tidak mampu menutupi bagian tubuhnya yang sexy.
Sesaat setelah mengenakan pakaian renang itu, Linda memperhatikan tubuhnya yang begitu indah dan menantang tertutup oleh sepotong bra mini berwarna kuning muda yang hampir memperlihatkan sebagian besar payudaranya yang montok. Terlihat jelas tonjolan puting susunya yang montok itu di balik bra yang kecil dan tipis itu.
CDnya, yang juga berwarna kuning muda yang dipakainya begitu tipis dan kecil, dengan tali kecil yang diikatkan ke kiri dan kanan pinggangnya. Tampak jelas bulu-bulu kemaluan Linda keluar dari sela-sela CDnya. Begitu terpampang bebas paha dan buah pantat Linda yang bening, putih mulus yang gempal dan montok itu.
Penampilan Linda yang dibalut bikini jenis thong yang begitu menantang itu, pasti akan membuat Ujang, jongosnya itu, naik birahinya. Linda memang sengaja mau menaikkan birahi Ujang dengan pakaian renang yang amat sangat menantang itu.
Setelah puas memperhatikan kesexyan tubuhnya di cermin, Linda kemudian mengambil cream sunblok dari meja riasnya dan dalam pikirannya ia akan meminta Ujang untuk melumuri sekujur tubuhnya dengan cream itu sambil dipijat. Lalu membiarkan Ujang dengan tangannya yang kasar merayapi sekujur tubuhnya yang bening dan mulus.
Dan selanjutnya tentu saja, dengan penuh nafsu, Linda akan menyerahkan tubuh indahnya untuk ditunggangi atau disetubuhi dengan begitu liar oleh Ujang, jongos kampungan itu yang batang kemaluannya besar dan panjang serta mampu memuaskan hasrat seksual Linda yang besar.
Sengaja Linda tidak menutup tubuhnya dengan handuk besar, tetapi ia hanya membawa handuk kecil saja yang biasa digunakan untuk mengelap tubuhnya saat berkeringat dikala berolah-raga di ruang fitness, di rumahnya.
Setelah siap, Linda keluar kamar untuk memperlihatkan aksinya yang binal itu kepada Ujang, sang jongos perkasa. Tetapi, ketika Linda keluar dari kamarnya dengan bikini yang begitu super sexy, ia melihat adik iparnya Lily sedang duduk di ruang keluarga sambil membaca majalah.
“Halo ci Linda, saya tadi sudah sampai sekitar 30 menit yang lalu. Mampir sebentar mau ke Bogor, mau ajak cici sih, soalnya malas berangkat sendiri” kata Lily.
“Yah, kenapa semalam nggak telepon dulu? Soalnya kalo mendadak begini susah juga. Aku mau berenang dulu nih” sahut Linda kepada Lily.
“Aduh sexy banget pakaian renangnya. Ini kan jenis thong yah?” tanya Lily.
“Iya nih Li, cici baru beli dua hari yang lalu di butik di sekitar Jakarta Selatan, jenisnya micro thong bikini. Enak lho dipakainya, nggak ketat” demikian sedikit penjelasan Linda.
“Tapi ci, itu putingnya koq menerawang begitu dan bulu jembutnya juga kelihatan. Jadinya sexy banget kalo pakai jenis ini” Liliy masih agak heran dengan penampilan Linda.
“Nggak apa-apalah, kan sexynya di rumah sendiri” Linda memberi penjelasan ke Lily.
Lily memang berlagak tidak tau kalo dia pernah mengintip Linda yang sedang asyik bersetubuh dengan penuh nafsu di kamar jongosnya. Pikiran Lily mulai jalan, mungkin saja Linda mau menggoda jongosnya itu dengan penampilannya seperti sekarang ini, dan ujung-ujungnya pasti ML.
“Iya kan ada Ujang, si jongos itu. Dan dia lagi beresin rumput di sekitar kolam renang. Kalo dia lihatin terus, gimana ci? Apa nggak rugi, badan yang putih mulus dan bening ini diliatin si Ujang?” Lily pura-pura bertanya demikian.
“Ah jangan berpikiran begitu Li, mana dia berani sama kita. Kita kan nyonya majikannya, dia pasti nggak berani. Percaya deh!” demikian pembelaaan diri Linda.
“Apa nanti si Ujang nggak napsu ci, kalo lihat cici pakai begini?” kembali Lily memancing-mancing.
“Nggak apa-apa koq. Kalo dia liatin terus, cuek aja. Hehehehe. Biar aja dia ngeliat, kan kita bebas di rumah sendiri. Ikut berenang aja yuk” demikian akhirnya Linda mengajak Lily, adik iparnya yang juga cantik, putih dan mulus itu untuk ikut gabung berenang.
“Nggak apa-apa koq. Kalo dia liatin terus, cuek aja. Hehehehe. Biar aja dia ngeliat, kan kita bebas di rumah sendiri. Ikut berenang aja yuk” demikian akhirnya Linda mengajak Lily, adik iparnya yang juga cantik, putih dan mulus itu untuk ikut gabung berenang.
“Kalo gitu, kenapa cici nggak berenang bugil aja? Sekalian aja ngasih lihat semua ke Ujang. Hehehehe” Lily menimpali keberanian Linda.
“Pelan-pelan dulu dong. Aku sih berani aja berenang bugil di depan Ujang. Mau bukti? Ntar lihat aja. Yuk Li, ikut berenang” Linda menimpali pertanyaan Lily.
“Benar nih, ntar buktiin yah kalo cici berani berenang bugil di depan Ujang, hihihi”.
“Iya, itu sih kecil…” Linda lalu menarik tangan Lily ke dalam kamarnya untuk memilih pakaian renang jenis bikini yang juga tidak kalah sexy.
Linda mempersilahkan Lily membuka pakaiannya dan memakai bikini jenis micro thong warna abu-abu. Agak risih juga Lily bertelanjang di depan kakak iparnya, sehingga Lily melakukannya di dalam kamar mandi yang ada di kamar tidur itu.
Sesaat setelah memakai bikini itu, Lily dapat melihat betapa tubuhnya juga begitu sexy, putih sekali, bening dan menantang. Lily merasa agak risih memakainya, karena pasti akan menjadi tatapan mata Ujang yang liar itu. Lily akhirnya cuek saja, toh ci Linda juga berani dengan bikini sexy seperti ini.
Lily yakin penampilan dirinya dan ci Linda yang dibalut bikini seperti ini, pasti akan membangkitkan birahi Ujang. Dan seterusnya, Lily yakin, kalo ci Linda pasti berani bugil dan berbuat sesuatu yang gila dengan Ujang.
Sama seperti Linda, Lily tidak membalut tubuhnya dengan handuk besar, tetapi mengambil handuk kecil yang sudah disediakan oleh Linda di tepi ranjang. Dengan sedikit keberanian, Lily mulai keluar dari kamar itu dan menuju kolam renang.
Setelah Lily keluar dari kamar Linda yang indah itu, Lily sudah tidak menemukan Linda di dalam ruangan rumah itu, kemudian….. Ah rupanya Linda sudah berada di sekitar kolam renang itu. Benar saja, Lily saat ini sedang melihat pemandangan yang menggairahkan.
Kakak iparnya itu bukan sekedar berbicara dengan Ujang, tetapi lebih dari itu. Lily melihat, kalau bibir indah Linda sedang disosor dengan begitu buas oleh mulut jongosnya yang tebal itu. Ujang yang bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana boxer dekilnya itu, sedang asyik berpagutan dengan begitu nafsu, bahkan tampak jelas kalau tangan Ujang yang hitam itu sedang masuk ke dalam CD tipis dan mengobok-obok vagina Linda.
Kini Ujang bukan hanya asyik menikmati bibir Linda, tetapi juga asyik menyusu di payudara Linda yang bening dan montok itu. Tampak sekali dengan begitu nafsu, Ujang menikmati payudara Linda dan dengan jari tangannya mengorek vaginanya. Hal itu membua Linda mendesah penuh gairah “eegghhh eeghhh eessshhhh aaahhh”.
Mata Linda yang merem melek dengan rintihan yang keluar dari mulutnya serta gelinjang tubuhnya, memperlihatkan kalau ia menikmati perlakuan nakal dan buas dari jongosnya itu.
Jelas sekali Linda, membiarkan perlakuan Ujang atas tubuhnya.
Jelas sekali Linda, membiarkan perlakuan Ujang atas tubuhnya.
“Sudah jang, nanti aja, ada Bu Lily. Nggak enak ah” akhirnya Linda meminta ujang untuk menghentikan aksinya itu.
“Sebentar lagi nyah, nih memek nyonya juga sudah basah” kata Ujang sambil terus mengoboki vagina Linda yang sudah berlendir, sebagai tanda sudah dikuasai nafsu.
“Iya Jang, nanti kamu boleh ngewein nyonyamu ini sampai puas, tapi setelah Bu Lily pergi yah” demikian pinta Linda pada Ujang.
“Iya deh, nyonya cantik yang seksi, kalo gitu, Ujang ngewein nyonya ntar aja. Tapi kalo bisa…hehehehehe” Ujang tertawa.
Linda kemudian menyahut: ”Kalo apa jang? Ayo ngomong!”
“Kalo bisa sekalian ajak Bu Lily ngewe bareng, pasti enak hehehehehe” Ujang menyampaikan maksud liarnya ke nyonyanya.
“Huh dasar…… yah sudah, lihat nanti. Sana kerja lagi beresin tanaman” Linda meminta Ujang untuk kembali bekerja.
“Beres nyah… Ujang kerja lagi deh” sahutnya yang agak menjauh dr Linda dan mulai bekerja membereskan taman lagi.
Lily menangkap pembicaraan Linda dengan Ujang apalagi mengenai permintaan Ujang itu. Lily menilai, di satu pihak ucapan Ujang memang kurang ajar, tetapi di lain pihak ucapan Ujang membangkitkan gairahnya.
Lily menangkap pembicaraan Linda dengan Ujang apalagi mengenai permintaan Ujang itu. Lily menilai, di satu pihak ucapan Ujang memang kurang ajar, tetapi di lain pihak ucapan Ujang membangkitkan gairahnya.
Comments
Post a Comment