Pengacara Eni sebut rapat bahas PLTU Riau-1 digelar di rumah Airlangga Hartarto

KharismaPoker - Nama Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mulai disebut dalam pusaran kasus suap PLTU Riau-1. Airlangga disebut pernah bertemu dengan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Saragih untuk membahas proyek tersebut. Hal ini diungkapkan Eni kepada pengacaranya, Fadli Nasution
Menurut Fadli, pertemuan membahas proyek senilai USD 900 juta itu juga dihadiri Ketua Fraksi Golkar Melchias Marcus Mekeng, mantan Sekjen Golkar Idrus Marham, serta pemegang saham Blackgold Natural Recources Limited Johannes B Kotjo. Pertemuan itu dilaksanakan pasca Airlangga menjabat sebagai Ketua Umum partai Golkar yang baru.
"Setelah Pak AH (Airlangga Hartarto) menjadi Ketum Golkar, diadakan pertemuan di rumah pribadi pak AH. Hadir dalam pertemuan itu Pak AH, Mekeng, Idrus, Bu Eni dan Pak Kotjo," kata Fadli Nasution saat dikonfirmasi, Rabu (26/9). BandarQ
Pertemuan di rumah pribadi Airlangga itu dilaksanakan pada Januari 2018. Fadli menyebut bahwa pertemuan itu tidak lain membicarakan tindak lanjut kepentingan Kotjo menggarap proyek PLTU Riau 1.
"Pastinya kepentingan Kotjo yang dibahas di situ (pertemuan Airlangga) karena belum tuntas kontraknya, mengingat Pak SN sudah tidak lagi ketum Golkar," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto mengakui kerap melakukan pertemuan dengan para tersangka kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1, Idrus Marham dan Eni Saragih. Pertemuan itu wajar lantaran Eni dan Idrus merupakan kader Golkar.
"Kalau ketemu sama Bu Eni, sama Pak Idrus ya sering ketemu," singkat Airlangga menjawab pertanyaan wartawan di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (27/8).
Airlangga mengatakan, pertemuan dilakukan di tempat yang berbeda-beda. "Di rumah, di restoran," kata Airlangga.
Selain pertemuan dengan kedua mantan kadernya tersebut, Airlangga juga mengaku pernah bertemu dengan tersangka kasus suap proyek PLTU Riau-1, Johannes B Kotjo.
"Johannes Kotjo itu juga (bertemu), saya ini kan pengurus asosiasi emiten, dan Pak Johannes adalah salah satu pemegang saham jadi ya biasa saja, pertemuan ya biasa-biasa saja," tutur menteri perindustrian tersebut.
Kasus dugaan suap ini bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT). KPK baru menetapkan tiga orang tersangka, yakni Eni Maulani Saragih, dan pemilik Blackgold Natural Insurance Limited Johanes Budisutrino Kotjo.
Dalam proses pengembangan, KPK juga menetapkan mantan Sekjen Golkar Idrus Marham sebagai tersangka. Idrus diduga secara bersama-sama dengan Eni menerima hadiah atau janji dari Johanes terkait kasus ini.
Adanya dugaan keterlibatan Partai Golkar dalam pusaran kasus korupsi mencuat saat penyidik KPK menerima pengembalian uang Rp 700 juta dari salah satu pengurus partai terkait kasus dugaan suap PLTU Riau-1. Kasus ini menjerat dua kader Golkar, yakni Idrus Marham dan Eni Maulani Saragih.
Eni juga sempat menegaskan adanya uang suap dari proyek senilai USD 900 juta ini untuk Munaslub Partai Golkar yang mengukuhkan Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum menggantikan Setya Novanto yang di penjara lantaran korupsi e-KTP.
Eni juga mengaku melaporkan penerimaan uang kepada Plt Ketua umum Golkarsaat itu, Idrus Marham, yang kemudian juga menjadi tersangka
Comments
Post a Comment